- Beranda
- Roda Warna
Roda Warna
Buat palet warna kustom dengan mudah menggunakan Figma
Silakan pilih warna
RGB
HSL
HSB
CMYK
Pilih pengaturan palet
Wujudkan ide Anda dengan Figma
Mulai rancang desain Anda dengan palet warna kustom buatan Anda sendiri.
Warna memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari kita: warna menyampaikan perasaan, mengubah tindakan, dan memengaruhi setiap aspek cara manusia memandang dunia.
Bayangkan Anda telah mencurahkan segenap hati untuk menciptakan desain yang indah dan memikat. Tata letaknya sudah sempurna, tipografinya terasa pas, tetapi ada sesuatu yang terasa kurang tepat. Warna-warnanya sepertinya tidak cocok.
Dalam dunia desain, pemilihan warna bukan sekadar soal estetika. Warna dapat memandu pemirsa menjelajahi proyek Anda, membangkitkan emosi, menceritakan kisah, dan pada akhirnya menciptakan pengalaman. Memilih warna yang tepat dapat menjadi pembeda antara proyek yang jelas dan menarik dengan proyek yang justru membuat pemirsa bingung atau kehilangan arah.
Namun, dengan begitu banyak pilihan warna yang tersedia, bagaimana cara memastikan Anda memilih warna yang tepat dan memadukannya dengan efektif? Inilah peran roda warna. Sebuah alat yang tak lekang oleh waktu dan sangat berguna untuk menciptakan palet warna yang serasi, yang selalu mampu meningkatkan kualitas desain Anda.
Roda warna adalah alat yang sederhana namun ampuh yang membantu para desainer dalam mengambil keputusan terkait warna, menciptakan skema warna yang menarik bagi audiens, dan mencapai tujuan desain tertentu. Diagram melingkar ini mengelompokkan warna berdasarkan hubungan di antara mereka, mengategorikannya menjadi warna primer, warna sekunder, dan warna tersier, serta menggambarkan bagaimana warna-warna tersebut beralih dan berpadu. Para desainer menggunakan alat visualisasi ini untuk memahami interaksi warna dan menciptakan skema warna yang harmonis untuk berbagai proyek digital.
Sir Isaac Newton menemukan roda warna pada tahun 1666, yang menjadi cikal bakal teori warna modern. Rasa ingin tahunya tentang cahaya mendorongnya untuk bereksperimen dengan memancarkan cahaya putih melalui prisma, sehingga memisahkan cahaya putih tersebut menjadi spektrum warna. Fenomena ini menginspirasi Newton untuk menyusun warna tersebut dalam format melingkar, sehingga menciptakan roda warna pertama. Diagram yang cerdas ini menunjukkan bagaimana warna saling berhubungan dan menetapkan cara sistematis untuk memahami bagaimana warna tersebut berinteraksi dan bercampur. Roda warna Sir Isaac Newton tetap menjadi alat dasar dalam ilmu pengetahuan dan seni.
Biasanya, roda warna standar terdiri dari 12 warna: tiga warna dasar (merah, kuning, biru, yang dikenal sebagai warna primer), tiga warna sekunder (oranye, hijau, ungu), dan enam warna tersier (merah-oranye, kuning-oranye, kuning-hijau, biru-hijau, biru-ungu, merah-ungu).
Roda warna tingkat lanjut mencakup spektrum warna, nuansa, dan corak yang lebih luas untuk desain warna yang lebih halus. Hal ini terutama berguna dalam desain digital dan antarmuka pengguna. Perluasan ini memberikan para desainer kendali yang lebih presisi atas pemilihan warna, sehingga memudahkan pembuatan tema dan palet warna yang kompleks dan halus.
Menggunakan roda warna adalah cara yang sederhana dan efektif untuk menciptakan palet warna yang menarik dan serasi untuk proyek apa pun. Berikut cara melakukannya:
Langkah 1: Pilih warna dasar.
Gunakan pemilih warna untuk memilih warna dasar pada roda warna. Warna ini akan menjadi dasar palet warna Anda, menentukan nuansa dan suasana desain Anda, serta memengaruhi pemilihan warna lainnya.
Langkah 2: Pilih skema warna.
Pilih skema warna. Setiap skema memberikan kesan visual yang berbeda:
- Komplementer memberikan kontras maksimal dengan menggunakan warna yang saling berlawanan.
- Triadik menciptakan tampilan yang cerah namun seimbang dengan menggunakan warna dalam formasi segitiga.
- Analog menciptakan efek yang serasi antara warna yang berdekatan.
- Komplementer terpisah menghadirkan tampilan kontras tinggi yang lebih lembut, dengan menggunakan warna dasar dan dua warna yang berdekatan sebagai warna pelengkap.
- Persegi memperkaya keragaman dengan empat warna yang tersebar merata di sekeliling roda.
- Monokromatik memanfaatkan kekuatan nuansa terang (tints) dan gelap (shades) untuk menciptakan transisi halus dan kontras yang mencolok berdasarkan warna dasarnya.
Langkah 3: Terapkan pada desain Anda.
Setelah menemukan palet warna terbaik untuk proyek Anda, terapkanlah pada desain Anda untuk menghasilkan efek visual yang diinginkan.
Teori warna memberikan kerangka kerja bagi para desainer untuk menciptakan skema warna yang sempurna dan menyampaikan kesan yang diinginkan, seperti kesan elegan dengan warna ungu tua dan emas, atau rasa ketenangan dengan warna biru dan hijau yang lembut. Entah Anda ingin menarik perhatian dengan kombinasi warna yang kontras tinggi atau menciptakan suasana yang harmonis, memahami teori warna sangatlah penting. Berikut ini adalah ikhtisar dari beberapa konsep utama:

Apa itu warna primer (RYB)
Warna primer dalam model warna RYB adalah merah, kuning, dan biru. Ketiga warna ini menjadi dasar roda warna dan dapat dicampur dalam proporsi yang berbeda-beda untuk menghasilkan semua warna lainnya.

Apa itu warna sekunder
Warna sekunder terletak di antara warna primer pada roda warna dan terbentuk dari perpaduan dua warna dasar. Misalnya, mencampurkan merah dan biru akan menghasilkan ungu, sedangkan menggabungkan merah dan kuning akan menghasilkan oranye. Untuk mengingat bagaimana warna hijau terbentuk, lihatlah warna primer yang berdekatan: kuning dan biru.

Apa itu warna tersier
Bagian sisanya pada roda warna diisi oleh warna tersier, atau warna perantara. Warna ini diperoleh dengan mencampurkan warna primer dan sekunder. Misalnya, mencampurkan merah dan oranye akan menghasilkan warna merah-oranye, yang mengisi ruang kosong di antara keduanya. Dengan roda warna yang dapat digulir, Anda dapat menyesuaikan nuansa merah-oranye yang diinginkan sesuai dengan posisi Anda pada roda warna. Anda juga dapat mencampurkan biru-hijau, biru-ungu, merah-oranye, merah-ungu, kuning-oranye, dan kuning-hijau untuk menciptakan warna tersier yang unik. Kemampuan pemilihan warna yang detail ini membantu desainer produk menemukan nuansa dan warna aksen yang tepat sesuai keinginan mereka.

Warna memainkan peran penting dalam cara suatu produk dipandang, dipahami, diingat, dan dibedakan dari pesaing. Jika dipilih secara cermat dengan mempertimbangkan konteks produk—termasuk target pasar, industri, dan hasil yang diinginkan—warna merupakan alat yang ampuh yang dapat memengaruhi perilaku pengguna.
— Chelsea White, Desainer Merek, Figma
Apa itu tujuh skema warna?
Skema warna adalah kombinasi warna strategis yang membantu menciptakan keseimbangan visual. Skema ini memanfaatkan prinsip-prinsip teori warna untuk menghasilkan desain yang estetis. Ada tujuh jenis skema warna yang umum:
Warna Komplementer
Pasangan warna komplementer terdiri dari warna yang terletak di sisi berlawanan pada roda warna untuk menciptakan kontras yang tinggi. Anda dapat menemukan warna komplementer dengan memilih sebuah warna, lalu memutar roda warna sebesar 180°. Beberapa skema warna komplementer sudah terkenal dan populer, seperti merah dan hijau. Skema warna ini bisa sangat efektif jika Anda ingin menggabungkan warna hangat dan warna dingin dalam desain Anda.

Warna komplementer untuk #693EFE
Pelengkap
Warna Komplementer Terpisah
Warna komplementer terpisah adalah kombinasi warna yang menggabungkan warna dasar dengan dua warna tersier yang berdekatan di kedua sisi warna tersebut. Hal ini menghasilkan palet tiga warna dan membantu menciptakan palet warna yang lebih halus.

Warna komplemen terpisah untuk #693EFE
Split
Warna Monokromatik
Warna monokromatik mungkin adalah yang paling mudah dipahami karena pada dasarnya hanyalah versi lebih terang dan lebih gelap dari warna utama Anda. Skema warna monokromatik menghilangkan kerumitan dalam mengambil keputusan terkait penggunaan beberapa warna kontras dan umumnya memungkinkan desainer untuk menggunakan warna secara efektif dengan cara yang halus. Untuk membuat palet warna monokromatik, Anda menyesuaikan kecerahan versi yang lebih terang dan lebih gelap dengan selisih yang sama dari warna utama Anda.

Warna monokromatik untuk #693EFE
Monokromatik
Analog
Warna analog adalah grup tiga warna yang terletak berdampingan pada roda warna. Kombinasi ini menghasilkan palet warna yang lebih lembut dan alami. Lagipula, alam memang dipenuhi dengan nuansa warna dasar yang saling terkait erat. Coba perhatikan dedaunan di pohon, atau perbedaan halus pada warna laut. Skema warna analog sangat harmonis dan dapat membantu menyatukan berbagai elemen dalam sebuah desain.

Warna analog untuk #693EFE
Analogus
Triadik
Skema warna triadik memberikan tiga warna yang sama-sama kontras. Ketiga warna tersebut tersebar secara merata di sekeliling roda warna, membentuk segitiga sama sisi. Sebaiknya pilih satu warna primer dan gunakan dua warna lainnya sebagai aksen saat mendesain dengan skema warna triadik. Skema warna triadik cenderung terlihat lebih berani dan ceria.

Warna triadik untuk #693EFE
Triadik
Tetradik (komplementer ganda)
Apa kesamaan antara Google dan Microsoft? Keduanya menggunakan palet warna tetradik untuk logo mereka. Tetradik berarti berkaitan dengan grup yang terdiri dari empat, jadi dalam hal ini, kita menggunakan roda warna untuk memilih empat warna yang membentuk persegi panjang. Warna-warna tersebut mencakup dua pasang warna komplementer, sehingga menghasilkan palet yang cerah dan penuh energi. Skema warna tetradik kadang disebut sebagai skema ‘komplementer ganda’.

Warna tetradik untuk #693EFE
Persegi
Persegi
Sama seperti tetradik, skema warna persegi menggunakan empat warna, tetapi dalam contoh ini, keempat warna tersebut tersebar secara merata di sekeliling roda warna, sehingga membentuk sebuah persegi. Hal ini menghasilkan tampilan yang lebih seimbang dibandingkan dengan kontras tinggi pada skema tetradik. Seperti halnya skema warna tetradik, sebaiknya pilih satu warna dominan dan gunakan warna lainnya sebagai aksen.
Warna hangat vs warna dingin
Roda warna membedakan antara warna dasar hangat dan warna dasar dingin. Warna hangat, seperti merah, oranye, dan kuning, memancarkan kesan intens. Warna dingin, seperti ungu, biru, dan hijau, menimbulkan perasaan tenang dan rileks. Perhatikan bagaimana aplikasi meditasi Calm terutama menggunakan warna biru? Warna tersebut dipilih secara sengaja untuk menimbulkan rasa damai.
Model warna adalah sistem yang membantu mewakili warna menggunakan nilai numerik. Empat model warna yang digunakan pada halaman ini adalah:
- Merah, hijau, dan biru (RGB)
- Sian, magenta, kuning, dan hitam (CMYK)
- Warna dasar, saturasi, dan kecerahan (HSL)
- Kode heksadesimal
Merah, hijau, biru (RGB)
Model warna merah, hijau, biru (RGB) merupakan dasar dari setiap desain yang ditampilkan di layar. Model warna ini berakar pada persepsi manusia terhadap warna serta cara mata kita berinteraksi dengan cahaya. ‘Warna aditif’ ini dapat dicampur menjadi beragam warna yang kita temui di layar setiap hari.
Sian, magenta, kuning, dan hitam (CMYK)
Di sisi lain, model CMYK merupakan dasar dari semua desain cetak. ‘Warna subtraktif’ ini menyerap panjang gelombang cahaya, yang lebih sesuai dengan pigmen yang ditemukan di dunia nyata.
- Sian (C):Sian adalah warna biru kehijauan. Ketika tinta sian diterapkan pada suatu permukaan, tinta tersebut menyerap cahaya merah, sehingga tampak berwarna biru kehijauan bagi mata manusia.
- Magenta (M):Magenta adalah warna merah keunguan. Warna ini menyerap cahaya hijau, sehingga menghasilkan kesan warna dasar merah keunguan.
- Kuning (Y):Kuning menyerap cahaya biru, sehingga menghasilkan warna kekuningan saat dicetak.
- Key (K) atau Hitam: Huruf “K” dalam CMYK merupakan singkatan dari “Key,” yang merujuk pada komponen hitam. Tinta hitam digunakan untuk meningkatkan kedalaman dan kontras gambar serta teks. Selain itu, penggunaan tinta hitam membantu mencegah warna menjadi kusam, yang dapat terjadi saat mencoba menciptakan warna hitam dengan mencampurkan warna lain.
Warna Dasae, Saturasi, dan Kecerahan
Warna dasar mewakili warna yang terlihat pada roda warna. Bayangkan saja sebagai spektrum dalam lingkaran 360 derajat. Saat Anda menjelajahi lingkaran ini, Anda akan menemukan berbagai nuansa warna dasar.
- Warna Dasar Warna: Definisi warna dasar memang rumit, tetapi pada dasarnya, istilah ini merujuk pada warna yang terlihat pada roda warna. Roda warna adalah lingkaran berdiameter 360 derajat, dan Anda dapat menemukan berbagai warna dasar saat mengelilingi lingkaran tersebut.
- Saturasi: Kecerahan atau intensitas suatu warna dasar, yang dikenal sebagai saturasi, mencerminkan kekayaan dan kemurniannya.Di bagian luar roda warna, Anda dapat melihat warna dasar dengan saturasi penuh. Semakin mendekati pusat lingkaran, intensitas warna dasar tersebut semakin berkurang. Untuk mengurangi intensitas warna, kita mencampurkannya dengan hitam dan putih (yaitu, abu-abu).
- Kecerahan: Kecerahan menentukan seberapa banyak warna hitam atau putih yang kita campurkan ke dalam suatu warna. Anda bisa mendapatkan warna pastel dengan menambahkan lebih banyak warna putih, dan palet warna yang lebih pekat dan gelap dengan menambahkan lebih banyak warna hitam.

Gelap (Shades) dan Terang (Tints) untuk #693EFE
Nuansa
Rona
Kode heksadesimal
Kode heksadesimal (yang sering salah dieja sebagai “Heksidesimal”), atau kode heks, memberi tahu komputer Anda berapa banyak warna merah, hijau, dan biru yang harus dicampur untuk menghasilkan warna piksel di layar Anda.
Setiap piksel pada layar Anda terdiri dari tiga elemen warna yang memancarkan cahaya merah, hijau, dan biru. Elemen warna ini (yang disebut subpiksel) sangat kecil sehingga tampak sebagai satu warna bagi mata manusia.
Dengan mencampurkan cahaya merah, hijau, dan biru dalam proporsi yang berbeda-beda, setiap piksel dapat menampilkan hingga 16 juta warna, yang melampaui kemampuan penglihatan mata manusia.
Setiap piksel dapat mencampurkan 256 nilai merah, 256 nilai hijau, dan 256 nilai biru untuk menghasilkan 16 juta kemungkinan warna. (Kalikan 256 x 256 x 256, dan Anda akan mendapatkan lebih dari 16 juta). Komputer mengirimkan nilai-nilai ini ke setiap piksel menggunakan kode biner, yaitu bahasa yang terdiri dari angka 1 dan 0. Misalnya, nilai merah sebesar 200 akan direpresentasikan sebagai 11001000 dalam kode biner. Karena kode biner sulit dipahami oleh manusia, sistem heksadesimal digunakan sebagai alternatif yang dapat dibaca.
Bagaimana cara kerja kode heks?
Kode heks terdiri dari tiga nilai, masing-masing untuk warna merah, hijau, dan biru, yang masing-masing diwakili oleh dua digit. Misalnya, #F234A2 terdiri dari:
- merah: F2
- hijau: 34
- biru: A2
Apa sih yang dimaksud dengan huruf-huruf itu? Berbeda dengan sistem bilangan basis 10 yang biasa kita gunakan, sistem bilangan heksadesimal menggunakan basis 16. Angka-angkanya dimulai dari 0 hingga 9, lalu untuk mewakili angka 10 hingga 15, digunakan huruf A hingga F.
Cara mengonversi antara kode heks dan RGB
Karena kode heks dan nilai HSL hanyalah cara berbeda untuk mewakili model warna RGB, Anda dapat mengonversi keduanya. Mengonversi kode heks menjadi nilai RGB bukanlah sesuatu yang sering Anda lakukan secara manual, tetapi ada rumus sederhana untuk melakukannya. Untuk masing-masing dari ketiga nilai tersebut:
- Ambil angka (atau huruf) pertama dan kalikan dengan 16
- Tambahkan angka (atau huruf) kedua
Untuk #E234A2, nilai pertamanya adalah E2. Nilai ini mewakili angka 226 (14 × 16 + 2). Angka ini merupakan nilai RGB untuk warna merah. #E234A2 memiliki nilai RGB sebagai berikut:
- merah: 226
- hijau: 49
- biru: 152
(Anda juga bisa mengubah kode heks atau nilai RGB menjadi nilai HSL, tetapi perhitungannya jadi sedikit lebih rumit!)
Profil warna dalam desain digital: sRGB dan P3
Berbagai perangkat, monitor, penjelajah, dan aplikasi menggunakan teknologi yang beragam dalam menampilkan warna, yang dapat menyebabkan perbedaan tampilan antarperangkat. Saat merancang untuk platform digital, sangat penting untuk mempertimbangkan profil warna, karena profil tersebut menetapkan standar yang konsisten dalam mendefinisikan dan menampilkan warna sesuai dengan layar yang digunakan.

Profil warna dalam desain digital, seperti sRGB dan P3, memastikan penampilan warna yang konsisten di berbagai perangkat. sRGB telah menjadi standar web selama puluhan tahun bagi para kreator konten dan pendesain web, memastikan konsistensi visual di sebagian besar perangkat konsumen. Display P3, yang sering disingkat P3, dapat menampilkan spektrum warna dengan kecerahan yang lebih tinggi, menampilkan 49% lebih banyak warna yang dapat dibedakan dibandingkan sRGB. Namun, penggunaan P3 pada perangkat seperti ponsel cerdas atau laptop yang dirancang untuk sRGB dapat menyebabkan konsumsi energi yang berlebihan karena perangkat harus bekerja lebih keras untuk menampilkan rentang warna yang lebih luas. Jika Anda mendesain untuk platform seperti iOS atau layar definisi tinggi/retina, Display P3 adalah pilihan terbaik, tetapi tidak semua aplikasi dan perangkat lunak sepenuhnya mendukung rentang warnanya yang lebih luas.
Pelajari cara Figma mendukung profil warna P3 di sini.
WCAG dan aksesibilitas warna
Pada tahun 1999, versi pertama Pedoman Aksesibilitas Konten Web (WCAG) diterbitkan oleh World Wide Web Consortium (W3C). Dokumen teknis ini memastikan bahwa konten web dapat diakses oleh semua pengguna. Diakui sebagai standar global untuk aksesibilitas web, rekomendasi W3C memiliki pengaruh yang signifikan di kalangan komunitas pengembangan web dan desain digital. Organisasi ini secara berkala menerbitkan pembaruan untuk menyesuaikan dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan aksesibilitas yang terus berkembang.
Dokumen ini, WCAG 2.1, memperluas pedoman aksesibilitas web dengan mencakup berbagai jenis disabilitas yang lebih luas, termasuk gangguan kognitif dan penggunaan perangkat seluler, sehingga menciptakan pengalaman web yang lebih inklusif. Salah satu aspek penting yang dibahas dalam pedoman ini adalah aksesibilitas visual, khususnya pentingnya kontras dalam desain warna. Kontras yang tepat memastikan teks dan elemen interaktif menonjol terhadap warna latar belakang, yang sangat penting bagi pengguna yang memiliki gangguan penglihatan seperti buta warna atau penglihatan rendah.
Rekomendasi WCAG menetapkan rasio kontras minimum untuk teks dan gambar teks guna memastikan bahwa semua pengguna, terlepas dari kemampuan penglihatan mereka, dapat mengakses informasi. Misalnya, rasio kontras minimum 4,5:1 direkomendasikan untuk teks biasa. Teks yang lebih besar harus memiliki rasio setidaknya 3:1.
WCAG 3.0 saat ini sedang dalam tahap pengembangan dan dijanjikan akan menjadi lebih komprehensif. Di antara berbagai penyempurnaan lainnya, diperkirakan akan diperkenalkan pedoman yang lebih terperinci mengenai kontras warna.
Pelajari lebih lanjut tentang WCAG 2.1
Aksesibilitas untuk #693EFE
Kontras 5,64
- Teks Besar
#693EFE
- Teks Normal
Cara Anda mendesain, menyelaraskan, dan membangun sangat penting. Lakukan bersama dengan Figma.
| Kategori | ||
|---|---|---|
Lulus | Gagal | |
Lulus | Lulus | |
Lulus | Lulus |
Kontras 3,72
- Teks Besar
#693EFE
- Teks Normal
Cara Anda mendesain, menyelaraskan, dan membangun sangat penting. Lakukan bersama dengan Figma.
| Kategori | ||
|---|---|---|
Gagal | Gagal | |
Lulus | Gagal | |
Lulus | Gagal |
Simulasi warna untuk #693EFE
Protanopia
Deuteranopia
Tritanopia
Akromatopsia
Wujudkan ide Anda dengan Figma
Mulai rancang desain Anda dengan palet warna kustom buatan Anda sendiri.
Teruslah menjelajah
Pemilih warna gambar
Buat palet warna kustom dari gambar apa pun dengan alat pemilih warna kami

Apa itu teori warna?
Teori warna membantu para desainer dalam memilih warna yang memikat pengguna dan meningkatkan citra merek.

Desain UI
Pelajari seluk-beluk proses desain antarmuka pengguna.
Jelajahi Alat Lainnya
Alat Warna & Palet
Tipografi & Alat Teks
Alat Bantu Desain
